Foto untuk : CALON INVESTOR DARI ARAB SAUDI MULAI LIRIK POTENSI KOPI SITUBONDO

CALON INVESTOR DARI ARAB SAUDI MULAI LIRIK POTENSI KOPI SITUBONDO

Potensi kopi Situbondo rupanya sudah mulai di lirik dan menarik perhatian Investor. Hal ini dibuktikan dengan adanya minat dan calon investor yang langsung berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Situbondo pada hari Kamis, 24 Agustus 2017.

Calon invertor tersebut yaitu, President Al-Nakhla Company Saudi Arabia Mr. Abdullah M. Al-Qahtani yang berdudukan di Damman, Saudi Arabia yang didampingi langsung oleh Asisten utusan khusus Presiden Republik Indonesia untuk Timur Tengah dan OKI Bapak M. Amar Ma’ruf dan Pembantu Asisten UKPTTOKI Bapak Ihsan HB.

Kunjugan rombongan pengusaha di sambut oleh Wakil Bupati Situbondo yaitu Ir. H. Yoyok Mulyadi, M.Si beserta Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo, Kepala OPD, Camat, ADM KPH Perhutani Bondowoso, Kepala Administrasi Perhutani Situbondo, Dewan Riset Daerah dan Ketua Asosiasi Petani Kopi Kabupaten Situbondo di terima di ruang Rapat Bupati.

Melalui penerjemahnya, Ira Rahma yang merupakan partnership sekaligus pengusaha kopi berminat berinvestasi dari sektor hulu serta hilir dan bekerjasama dengan model BIPARTIT (Perhutani dengan Investor), atau TRIPARTIT (lembaga masyarakat hutan dan Investor). Bahkan Al-Qahtani akan memberdayakan masyarakat sekitar termasuk pembangunan industri pengolahan kopi.

“ Pola Kerja sama yang akan di jalani dan hasilnya akan di ambil pengusaha asal Arab Saudi, maka Pemerintah kabupaten Situbondo akan memberikan kemudahan dalam pengurusan perijinan dalam hal apapun dan investasi jangka panjang yang di dahului MoU dengan Pemda Kabupaten Situbondo,” tutur Wakil Bupati.

Sebagai tindak lanjut, calon investor melakukan survey lokasi ke Dusun Pariono Desa Bantal Kecamatan Asembagus yang didampingi oleh OPD leading sektor, yaitu: Dinas Tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Bappeda, DPMPTST, Camat Asembagus, Perhutani, Dewan Riset Daerah dan Ketua Asosiasi Kopi Kabupaten Situbondo.

Al-Ahtani merencanakan pengembangan kopi Arabika seluas 300-500 hektar pada suatu kawasan dengan kualitas ekspor dan jangka panjang selama 35 tahun dengan bekerja sama dan saling bersinergi untuk mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif di Kabupaten Situbondo.

Kabupaten Situbondo dengan luas wilayah 1.638,50 km² terdiri dari 17 Kecamatan dan potensi pengembangan kopi Robusta seluas 1.683,5 ha yang tersebar di Kecamatan Sumber Malang 1.375 ha, Kecamatan Mlandingan 240 ha, Kecamatan Jatibanteng 60 ha dan Kecamatan Banyuglugur 8,5 ha.

Kopi Arabika telah dikembangkan sebagai tanaman kopi rakyat mendominasi areal di Desa Kayumas dan Desa Curah Tatal Kecamatan Arjasa, yang telah di kembangkan seluas 1.763 ha dengan rincian tanaman belum menghasilkan 534 ha dan tanaman menghasilkan 1.129 ha.

Produksi kopi Arabika yang mempunyai potensi kopi spesial yaitu hasil Perkebunan Rakyat yang diolah dengan Full Washed Dry Hulling dan Full Washed Wet Hulling, sehingga memiliki prospek untuk di ekspor. Karakteristik wilayah dan ketersediaan lahan yang cukup mendorong petani untuk mengembangkan tanaman kopi robusta dan arabika serta tersedianya tenaga kerja masyarakat sekitar inilah yang mendorong investor Arab Saudi berkeinginan melakukan investasi di sektor perkebunan kopi di Kabupaten Situbondo.