Foto untuk : INOVASI, STRATEGI JITU MEMBANGUN KABUPATEN SITUBONDO

INOVASI, STRATEGI JITU MEMBANGUN KABUPATEN SITUBONDO

Situbondo, 18 Juli 2019 – Inovasi, yang menurut Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 pengertiannya adalah semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Inovasi memiliki tujuan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Situbondo menggerakkan Perangkat Daerah agar selalu berinovasi dalam rangka mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah. Diselenggarakan dalam 2 hari (18-19 Juli 2019), Pemkab menginisiasi acara Sosialisasi dan Bimbingan teknis penginputan Indeks Inovasi Daerah bagi Perangkat Daerah se kabupaten Situbondo. Hadir sebagai Narasumber adalah Isman AP, Kepala Sub Bidang SDM Pusat Litbang Inovasi Daerah dan Adi Suhendra, Peneliti Pusat Litbang Inovasi Daerah, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Isman mengatakan, Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten / Kota yang inovatif akan diberi penghargaan yaitu Innnovative Government Award (IGA) oleh Menteri Dalam Negeri untuk menghargai dan mendukung usaha Pemerintah Daerah dalam melakukan Inovasi. Tahun 2018, Kabupaten Situbondo telah berhasil meraih Peringkat 2 untuk kategori Daerah tertinggal. Bentuk inovasi daerah yang dapat dilakukan adalah inovasi tata kelola Pemerintah Daerah, Inovasi Pelayanan Publik dan atau Inovasi Daerah lainnya sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Dijelaskan kembali oleh Isman, inovasi tata kelola Pemerintah Daerah merupakan inovasi dalam pelaksanaan manajemen pemerintahan yang meliputi tata laksana internal dalam fungsi dan pengelolaan unsur manajemen. Selanjutnya untuk inovasi pelayanan publik adalah inovasi dalam penyediaan pelayanan kepada masyarakat yang meliputi proses pemberian pelayanan barangjasa publik dan inovasi jenis dan bentuk barang/jasa publik. Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, yang hadir sekaligus membuka acara menyambut baik acara Sosialisasi dan Bimtek yang diselenggarakan oleh Bappeda sebagai leading sector. Beliau menjelaskan, bahwa Pemkab Situbondo telah memiliki beberapa inovasi baik dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Untuk menyelesaikan permasalahan kemiskinan, pemerintah Kabupaten Situbondo melakukan terobosan baru aplikasi data kemiskinan yang diberi nama E-DesaNow (sistem informasi terpadu perencanaan partipatif supra desa) yang saat ini lebih dikenal sebagai Data Tunggal Daerah – Analisis Kemiskinan Partisipatif (DTD-AKP). DTD-AKP merupakan sebuah basis data spasial desa agregat yang disusun dengan metode partisipatif sebagai dasar perencanaan pembangunan desa dan kabupaten. Dengan basis data tersebut pemerintah bisa mengontrol tingkat kemiskinan masyarakat, mulai dari sangat miskin, miskin, hampir miskin, dan rentan miskin. Selain itu, data kemiskinan bisa didapatkan dengan valid, sehingga kebijakan dan bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya angka kemiskinan Kabupaten Situbondo dari 13,05% di tahun 2017 menjadi 11,82% di tahun 2018. Di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo telah bekerjasama dengan google for education sebagai fasilitator. Kerjasama dengan google for education dalam bentuk pelatihan kepada para guru tentang pemanfaatan teknologi komputer. Beberapa orang yang telah mengikuti pelatihan akan mendapatkan sertifikat internasional dari google. Pemilihan dua sekolah lain selain SMPN I Situbondo yang akan menjadi diterapkan program Smart School masih dalam proses evaluasi. Namun pemilihan dua sekolah tersebut berdasarkan lokasi wilayah yakni wilayah barat dan timur. Sekolah yang mewakili wilayah barat kemungkinan adalah SMP Negeri yang ada di Kecamatan Besuki. Sedangkan sejumlah SMP Negeri di Kecamatan Asembagus kemungkinan besar akan mewakili wilayah timur Situbondo. Upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam peningkatan kualitas pelayanan publik adalah melalui pemanfaatan sistem informasi yakni dengan dibangunnya Simpel Puter (Aplikasi Stempel). STEMPEL merupakan aplikasi terbaru hasil kerja sama pemerintah daerah kabupaten Situbondo, Kominfo dan Kejaksaan Negeri Situbondo. Aplikasi ini merupakan terobosan baru Pemkab Situbondo dalam pengembangan sistem pelayanan informasi menuju Situbondo Smart Society. Pengembangan Sistem layanan informasi Kabupaten Situbondo dengan nama STEMPEL tersebut adalah sistem pelayanan Publik (seluruh SKPD) yang menyediakan kios layanan publik yang tersebar diseluruh pusat keramaian masyarakat, Mall, Kelurahan, Puskesmas, Alun- alun dan lain – lain. Aplikasi STEMPEL diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mendapat pelayanan publik. Dari inovasi yang dilaksanakan tersebut, Kabupaten Situbondo berhasil meningkatkan angka capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang semula 65,68 pada tahun 2017 menjadi 66,42 di tahun 2018.