Foto untuk : RAFTING ON SITUBONDO

RAFTING ON SITUBONDO

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto juga melaunching wisata olahraga rafting (arus deras) di Dusun Samir Desa Bantal Kecamatan Asembagus, Senin (11/5). Selain bupati juga tampak hadir sejumlah kepla satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat, muspika serta Kepala Desa Asembagus. Dalam sambutannya Bupati Situbondo menyinggung kegiatan yang ada di Dusun Samir yang sudah mengawali beberapa tahun lalu. Kegiatan tersebut adalah mengelola olah raga rafting yang sempat berjalan melalui salah satu lembaga dan mendapatkan bantuan. Namun kegiatan tersebut tidak berjalan mulus dan sempat mengalami trouble. Bupati berharap dengan adanya Asosiasi Industri Rafting (AIR) Jawa Timur yang dibina H Rofik asal Batu dia berharap ke depannya akan semakin maju dan kegiatan itu dapat menopang penghasilan masyarakat yang ada di Dusun Samir Desa Bantal. Dari kegiatan itu, pemerintah daerah akan tetap mengawal maju dan tidaknya kegiatan itu tergantung dari kepala desa dan masyarakat yang ada. Selain itu bupati juga berharap agar ada tambahan nilai lebih yang bisa di tonjolkan supaya ke depan lebih baik dan terus meningkat. Usai launching yang ditandai pengguntingan bunga melati, bupati bersama sejumlah SKPD, camat, Kapolsek Asembagus serta sejumlah kepala desa Sekecamatan Asembagus mencoba turun ke sungai di aliran Kalipahit yang merupakan aliran air belerang dari Kawah Ijen dengan menggunakan perahu karet. Sekalipun diwarnai insiden kecil karena seorang pemandu mengalami terkilir akibat benturan pada batu namun kegiatan tersebut berjalan lancar. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Situbondo Tyulus Samiaji ke depannya berharap akan lebih baik. Olah raga rafting tidak hanya dilakukan pada siang hari saja, akan tetapi pada malam hari bisa menerima pengunjung karena mengingat aliran air yang digunakan air belerang hingga jadi kegiatan malam hari sangat aman dari gangguan ular. Dengan di launchingnya wisata rafting di Dusun Samir masih banyak yang perlu dibenahi pihak pengelola khususnya dinas terkait. Baik faktor keamanan serta kebersihan sungai. Ditambah selain kondisi air mengandung belerang antara pH 4 hingga 5. Ditambah lagi, kondisi aliran air harus diperhatikan kebersihannya dari kotoran sapi yang dibuang masyarakat ke sungai. Juga ranting bambu yang ditebang dan di buang ke aliran sungai yang dapat membahayakan pengunjung saat bermain sepanjang aliran sungai.