Realisasi Pendapatan Asli Daerah Meningkat 106,63 Persen

Pendapatan daerah Pemkab Situbondo tahun 2013 melebihi target hingga 100,94 persen. Pendapatan tahun 2013 yang ditargetkan Rp 1.099.104.931.257. mampu terealisasi hingga Rp 1.109.471.133.396. Melampauinya target pendapatan daerah Pemkab Situbondo tahun 2013 hingga 100,94 persen, dikarenakan dua sumber utamanya yang juga mampu melebihi target. Pendapatan Asli Daerah (PAD) misalnya, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 73.190.222.487, mampu direalisasikan hingga Rp 78.043.235.601 atau 106,63 persen. Kontribusi terbesar PAD Situbondo berasal dari penerimaan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), pajak penerangan jalan, pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan dan pajak reklame. Demikian juga dana perimbangan. Dari target yang ditetapkan sebesar Rp 832.012.208.984 dapat direalisasikan penerimaannya hingga Rp 839.722.211.740. Keadaan itu menunjukkan dana perimbangan juga melampaui target sebesar 100,93 persen atau Rp.7.710.002.756. Beda halnya dengan sumber pendapatan daerah di sektor lain–lain pendapatan daerah yang sah. Realisasi penerimaannya hanya mencapai Rp. 191.705.986.055. Padahal target yang ditetapkan Rp 193.902.499.786. ada pengurangan sebesar Rp 2.196.513.731 atau sebesar 98,87 persen dari target yang ditetapkan. Berkenaan belanja daerah, alokasinya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja langsung dan belanja tidak langsung dengan anggaran sebesar Rp 1.222.569.896.213 dan dapat direalisasikan 94,07 persen atau sebesar Rp. 1.150.103.067.652,69. Dengan demikian terdapat efisiensi penggunaan anggaran sebesar Rp 72.466.828.560 atau 5,92 persen. Komposisi realisasi belanja daerah tersebut dipergunakan untuk anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp 691.250.488.182 dan terealisasi sebesar Rp. 654.029.661.711,57 atau 94,61 persen dari anggaran. Sehingga terdapat efisiensi anggaran sebesar Rp.37.220.826.471 atau 5,38 persen. Sedangkan alokasi anggaran belanja langsung sebesar Rp 531.319.408.030 dengan realisasi sebesar Rp 496.073.405.941 atau 93,37 persen dari anggaran. Sehingga, terdapat efisiensi anggaran sebesar 6,63 persen atau sebesar Rp 35.246.002.089. Dalam paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2013, Bupati juga menyampaikan tentang penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah berbasis visi, misi dan program prioritas tahun anggaran 2013. “Dapat kami sampaikan bahwa fokus dari RPJMD tersebut pada dasarnya diarahkan untuk mencapai visi Kabupaten Situbondo, yakni terwujudnya masyarakat Situbondo yang beriman, sejahtera dan berkeadilan. Untuk mencapai visi tersebut maka Pemerintah Kabupaten Situbondo telah menetapkan lima misi. “misi ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam mewujudkan cita–cita mulia yang memerlukan dukungan dari seluruh komponen masyarakat dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan yang mengedepankan partisipasi, kerangka hukum yang adil, transparansi, responsibilitas, berorientasi pada konsensus bersama, efektif, efisien dan akuntabel,” tegas Bupati. Dia menjelaskan, pada tahun 2013 telah dilakukan berbagai program dan kegiatan serta realisasinya yang mendukung upaya pencapaian misi pertama. Yaitu, pelaksanaan urusan wajib otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian yang dilaksanakan oleh Bagian Kesra pada Sekretariat Daerah. Capaian dari misi kedua, yakni merupakan upaya pencapaian tujuan pembangunan Kabupaten Situbondo dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. “Pada tahun 2013 telah dilakukan berbagai program dan kegiatan serta realisasinya yang mendukung upaya pencapaian misi kedua yaitu pelaksanaan urusan wajib pendidikan, urusan wajib kesehatan, urusan wajib keluarga berencana, urusan wajib perpustakaan dan kearsipan, urusan wajib kepemudaan dan olah raga, urusan wajib pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta urusan wajib kebudayaan dan urusan wajib sosial,” terang Bupati. Misi ketiga Pemkab adalah memberdayakan dan meningkatkan kemampuan ekonomi rakyat, sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas dan berkelanjutan. Capainnya Pada tahun 2013 telah dilakukan berbagai program dan kegiatan serta realisasinya yang mendukung upaya pencapaian misi ketiga. Program tersebut diantaranya pelaksanaan urusan pilihan perdagangan, urusan pilihan industri, urusan wajib koperasi dan UKM, urusan pilihan pertanian, urusan pilihan kehutanan, urusan pilihan kelautan dan perikanan, urusan wajib lingkungan hidup,urusan wajib perhubungan, urusan Pilihan pariwisata, urusan wajib pekerjaan umum, urusan wajib perumahan, urusan pilihan Ketransmigrasian, urusan pilihan energi dan sumber daya mineral, urusan wajib ketahanan pangan. Misi keempat merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam meningkatkan kualitas dan mentalitas pengabdian pengelola pemerintahan demi terwujudnya profesionalitas kinerja pelayanan. Capainnya, pada tahun 2013 telah dilakukan berbagai program dan kegiatan serta realisasinya yang mendukung upaya pencapaian misi keempat. Programnya terdiri dari pelaksanaan urusan wajib pemberdayaan masyarakat, urusan otonomi daerah, pemerintahan umum, keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian yang dilaksanakan oleh Inspektorat kabupaten, urusan wajib kependudukan dan catatan sipil, urusan wajib komunikasi dan informatika, urusan wajib penataan ruang, urusan wajib perencanaan pembangunan, urusan wajib statistik. Terakhir, misi kelima Pemkab Situbondo meningkatkan kualitas demokrasi, supremasi hukum dan HAM melalui peningkatan kesadaran hukum bagi aparatur dan masyarakat. Capainnya, pada tahun 2013 telah dilakukan berbagai program dan kegiatan serta realisasinya yang mendukung upaya pencapaian misi tersebut. Programnya, pelaksanaan urusan otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian yang dilaksanakan oleh bagian hokum, urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik Dan Perlindungan Masyarakat, urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri yang dilaksanakan oleh Kantor Satuan Polisi Pamong Praja. (Sumber : edy supriyono/Radar Banyuwangi)